PRAMUKA UNTUK GENERASI MILLENIAL

Pramuka Generasi Milenial

Pramuka adalah Praja Muda Karana, yang artinya jiwa muda yang suka berkarya. Seperti yang dipahami oleh orangtua, kegiatan Pramuka ini lebih menekankan pada pengembangan karakter yang baik untuk ananda. Namun bagaimana dengan opini ananda tersendiri? Mengingat anak-anak yang tumbuh saat ini adalah anak generasi millenial (usia 16-35 tahun) dab generasi Post millenial (usia 6-16 tahun) yang memiliki paradigma berpikir dan karakteristik yang sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya.

Tentu perlu adanya perhatian yang berbeda dalam pola pendekatan Pramuka dengan generasi millenial. Saat ini jika gagal memahami generasi millenial maka akan sulit untuk membangun gerakan pramuka.

Untuk itu, sebagai jalan upaya melestarikan nilai dan karakter yang ditanamkan dalam gerakan Pramuka, perlu adanya kemampuan untuk membaca karakter generasi milenial.
Pertama, generasi milenial adalah orang-orang yang tidak terpisahkan dari gadget.
Benar adanya bahwa Generasi millenial saat ini, tak dapat dilepaskan dari gadget. Bangun tidur mengecek whatsapp, update instagram, menulis status di facebook dan menonton tv di gawainya. Generasi melenial tidak lepas dengan gawainya.
Kedua, generasi milenial adalah orang-orang yang tidak percaya mekanisme satu arah. Generasi milenial adalah anak-anak yang tidak percaya iklan. Kenapa, karena iklan satu arah. Terus apa yang mereka percaya, mereka percaya interaksi langsung.
Hal ini terlihat dalam ketertarikan generasi dalam mengkonsumsi iklan. Trend iklan saat ini bukan lagi iklan satu arah. Namun trendnya berupa testimoni, meluncurkan sebuah produk, diboomingkan, diviralkan di sosial media muncul testimoni-testimoni, komentar-komentar tentang produk itu dan itulah yang didengar oleh generasi millenial.
Ketiga ciri khas lainnya generasi millenial adalah interaktif dan sangat kritis. Tidak percaya satu arah, sehingga pendekatan generasi millenial tidak bisa satu arah dan harus interaktif. Keempat, generasi millenial adalah orang-orang yang tidak percaya hierarki, mereka egaliter, posesif. Mereka tidak suka kerumunan banyak. Mereka lebih suka dalam satu, dua, atau tiga bersahabat dengan orang-orang yang terdekat saja, tidak suka kegiatan massal.

Semua tantangan inilah yg harus dijadapi generasi pramuka saat ini. Maka dari itu pembicaraan mengenai kita gerakan pramuka harus kreatif dan inovatif. Kegiatan-kegiatan yang kreatif dan kolaborasikan dengan Dasa Dharma Pramuka, kerahkan sebagai inspirator gerakan-gerakan pramuka.
Gerakan pramuka harus menjadi yang terdepan dalam membersamai generasi millenial di Indonesia.

Leave a Reply

Close Menu