Filosofi Layang-layang

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter

Belajar Kehidupan Dari Layangan

Entah kenapa selama pandemi, bermain layangan menjadi hiburan terkini

Bukan hanya anak-anak yang hanyut dan larut, Tapi juga remaja dan bapak-bapak, serta kakek buyut.

Menikmati tarik ulur benang, mereka sangat fokus agar layangan tak mudah nyangkut ke tiang listrik atau ke ranting pohon yang tinggi menjulang.

Ada yang sekedar melepas penat, ada juga yang bernafsu lawan tanding hingga berhasil memutuskan benang.

Jika mereka sadar para pemain layangan , sesungguhnya mereka sedang memainkan peran sebagai petarung kehidupan.

Mulai dari menyiapkan benang kenur dan gelasan, layangan yang memiliki kerangka seimbang, pemilihan waktu saat angin berhembus kencang, hingga tepat dalam menarik dan mengulurkan benang.

Tapi terkadang mereka lupa, ketika sudah berada di ketinggian, benang sudah habis hingga lepas dari tangan. Hingga hanya menatap pasrah layangan terbang disapu angin, menjauh dan akhirnya jatuh di kampung seberang.

Tapi ya sudahlah ini hanya permainan…

Yuk fokus kepada tugas real kehidupan, yaitu menjadi pemakmur bumi milik Allah Rabb seluruh Alam.

Close Menu